semua dari kita adalah pendosa yg pilih pilih.
kita berbuat dosa yg membuat kita merasa nyaman dan menghakimi orang lain atas dosa dosa yg tidak kita lakukan.
kamu berbohong tapi menghakimi penipu
kamu penipu tapi menghakimi pencuri
kamu pencuri tapi menghakimi pecandu
semua orang menarik batasnya masing masing dan berpura pura bahwa mereka berdiri disisi yg benar.
kita semua memiliki hal hal yang diam diam membiarkan diri kita lakukan.
kebiasaan yg kita maklumi , pilihan yang kita benarkan
kekurangan yg kita anggap bisa dibenarkan karena itu milik kita.
tapi ketika orang lain melakukan melewati garis batas pribadi kita, tiba tiba kita menjadi otoritas moral.
kita menunjuk jari pada dosa dosa yg membuat kita tidak nyaman sambil mengabaikan dosa dosa yg kita lakukan setiap hari.
sambil menyebut orang lain tidak termaafkan sambil minta pengampunan bagi diri kita sendiri.
kenyataannya kita semua berdiri di tempat yg sama, hanya dengan kesalahan yg berbeda dan tempat yang berbeda dan titik buta yg berbeda.
sebelum kamu menghakimi pilihan orang lain. ingatlah orang diluar sana sedang menghakimi pilihan mu dengan sama kerasnya.
pesan yg sangat menohok.. bukan.
seolah mengingatkan kita agar lebih banyak bercermin sebelum menunjuk hidung orang lain.

Komentar
Posting Komentar