Langsung ke konten utama

bertahan hidup yg extreem

 

Aron Ralston adalah seorang pendaki gunung asal Amerika Serikat yang dikenal karena kisah bertahan hidupnya yang sangat ekstrem.

Apa yang Terjadi?

Pada April 2003, saat mendaki sendirian di Blue John Canyon, Utah, lengannya terjepit batu besar seberat ratusan kilogram.

Ia terjebak selama 5 hari tanpa pertolongan, dengan persediaan air dan makanan yang sangat terbatas.

Karena tidak ada harapan bantuan datang, ia akhirnya mengambil keputusan luar biasa:

Memotong lengan kanannya sendiri menggunakan pisau kecil agar bisa membebaskan diri.

Setelah itu, ia masih harus:

Turun tebing setinggi sekitar 20 meter. Berjalan beberapa kilometer dalam kondisi lemah

Sampai akhirnya bertemu pendaki lain yang menolongnya.

Ini kronologi lengkap 5 hari yang dialami Aron Ralston di Blue John Canyon, Utah (April 2003):

Hari Pertama 

Ralston mendaki sendirian tanpa memberi tahu siapa pun. Saat menuruni celah sempit (slot canyon), sebuah batu besar tiba-tiba lepas dan menjepit lengan kanannya ke dinding tebing.

Ia mencoba:

Mendorong batu gagal.

Memecah batu dengan alat sederhana tidak berhasil.

Berusaha menarik lengannya keluar mustahil.

Malam pertama ia sadar: ini bisa jadi soal hidup dan mati.

Hari Kedua 

Ia mulai menghemat: Air minum sangat terbatas.

Sedikit makanan ringan.

Ia mencoba memahat batu dengan pisau kecilnya, tapi batunya terlalu keras.

Ia juga mulai merekam pesan video untuk keluarganya jika ia tidak selamat.

Hari Ketiga.

Persediaan air hampir habis.

Ia mulai mengalami dehidrasi berat.

Ia sadar tak ada orang yang tahu lokasinya — peluang diselamatkan sangat kecil.

Di sinilah ia mulai mempertimbangkan kemungkinan terburuk: memotong lengannya.

Hari Keempat.

Air habis.

Ia bahkan terpaksa meminum air seninya sendiri untuk bertahan hidup.

Tubuhnya makin lemah.

Ia sempat mengalami halusinasi — melihat gambaran seorang anak kecil.

Gambaran itu memberinya keyakinan: ia harus hidup.

Hari Kelima.

Ia menyadari tulang lengannya bisa dipatahkan dengan memanfaatkan tekanan batu.

Setelah mematahkan tulangnya, ia menggunakan pisau kecil untuk memotong jaringan dan tendon.

Proses itu berlangsung sekitar satu jam.

Setelah bebas, perjuangan belum selesai:

Ia menuruni tebing setinggi ±20 meter. Berjalan beberapa kilometer dalam kondisi sangat lemah.

Akhirnya ia bertemu keluarga pendaki lain yang memberi air dan memanggil bantuan.

Helikopter datang dan menyelamatkannya.

🎬 Kisahnya Difilmkan

Pengalaman ini diangkat menjadi film “127 Hours.”



Pesan dari Ralston


Ia berkata keputusan itu bukan soal keberanian, tapi keinginan untuk tetap hidup.

Setelah kejadian itu, ia tetap mendaki dan menjadi pembicara motivasi dunia.

———

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syair Pensiunan P2tel Lampung

 syair pantun yang dikemas jadi lagu country Kura kura jalannya lambat  Lalu berenang di dalam rawa  aku senang kumpul sahabat hati senang bisa tertawa  enak enak makan ketimun  apa lagi buah semangka  walau kita sudah pangsiun  semangatnya masih membara.   Pohon-jati di hutan lebat ada kelinci melompat lompat  Terimakasih wahai sahabat  Teamwork ini amatlah hebat   keliling kota naik sepeda  lupa membawa bekal yg ada  walaupun kita semua berbeda  Tapi tetap bisa tertawa   Sunguh Manis buah rambutan  Di petiknya dari dahan  Kalau ada pertemuan  Tentunya ada perpisahan   Kalau ada pertemuan  Tentunya ada perpisahan video

Datul Semester I tahun 2026

 Datul Smester 1 tahun 2026 sudah dibuka dan sudah mulai dilaksanakan, pensiunan yang akan melakukan data ulang saat ini harus sudah menggunakan Android, dan bisa dilaksanakan secara mandiri. Sebelumnya harus melakukan download aplikasi dapen yg ada diplay store, lalu menginstalnya sesuai perintah saat aplikasi mulai dii stal di Android. ini link untuk downloadnya : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dapentelmobile.id

masa bhakti kepengurusan p2tel lampung berakhir

Masa kepengurusan p2tel lampung sejak tanggal 26 Februari 2026 berakhir. Kepengurusan yg sudah berjalan 5 tahun belakangan telah memberikan dedikasi serta pengabdian kepada seluruh jajaran pensiunan telkom lampung. Sebagai Ketua Cabang P2tel Lampung Daryamin dengan dibantu Sekretaris Walijo dan Bendahara Tarno, dan Ketua Badan Pengawas Cabang Kosasih, sudah mendarma bhaktikan Waktu dan tenaganya untuk tetap melayani kebutuhan anggotanya serta tetap menjaga sularurahmi sesama anggota. Direncanakan serah terima kepengurusan kepada ketua baru terpilih akan dilaksanakan Rabu 28 Februari 2026, di markas Sekretariat P2Tel Lampung di jl.sultan haji no 2 Bandar Lampung. inilah wajah kepengurusan lama dari kiri Tarno, Daryamin, Kosasih, dan Walijo